Sabtu, 14 November 2015

CATATAN HATI SEORANG IBU



KURIKULUM KTSP VS KURTILAS (KURIKULUM 2013)

Berdasarkan pengalaman pribadi punya anak dua-duanya sama-sama masih SD cukup membuat saya pusing dengan penerapan kurikulum pelajaran yang berubah-ubah seiring berubahnya pemerintahan.  Saya pribadi sebagai orang tua lebih senang dan cocok dengan kurikulum 2013 yang sekarang sudah ditinggalkan oleh beberapa sekolah.  Saya lebih menyukai kurikulum ini dibandingkan dengan kurikulum KTSP sebelumnya, yang kemudian dipakai kembali oleh beberapa sekolah yang telah meninggalkan kurikulum 2013.  Dari sisi siswa kurikulum ini menilai siswa dari minat dan bakat.  Kurikulum ini mengajarkan para pengajar untuk tidak menilai kemampuan siswa hanya dari nilai bagus yang diatas rata-rata nilai yang telah ditetapkan oleh sekolah masing-masing.  Kurikulum ini mengijinkan siswa untuk tetap naik kelas walaupun ada beberapa mata pelajaran yang nilainya berada dibawah rata-rata nilai yang telah ditentukan sekolah.  Kenapa bisa demikian ??? Larena kurikulum ini beranggapan bahwa siswa tidak ada yang bodoh, tetapi tiap siswa memiliki keistimewaan masing-masing dan tidak bisa disamaratakan.  Siswa yang satu bisa saja dia pandai di pelajaran menghitung tapi kurang dibidang seni.  Dilain hal ada siswa yang pandai di dipelajaran seni tetapi kurang dipelajaran menghitung.  Kurikulum ini menghargai keistimewaan masing-masing anak, serta mendukung anak untuk lebih menguasai mata pelajaran yang dia sukai.  Selain masalah penilaian, kurikulum ini juga membuat siswa tidak perlu membawa buku pelajaran yang banyak seperti kurikulum KTSP, dimana setiap mata pelajaran memiliki satu buku paket, satu buku lembar kerja siswa dan dua buku tulis.  Sudah dapat dibayangkan bila dalam satu hari ada 3 – 4 mata pelajaran, berapa banyak buku yg harus siswa bawa.  Dengan kurikulum 2013 ini semua mata pelajaran ada didalam satu buku paket yang biasa disebut Buku TEMATIK.  Serta setiap siswa setiap harinya hanya perlu membawa buku paket TEMATIK serta 3 buku tulis, satu buku tulis latihan, buku tulis pekerjaan rumah dan buku untuk ulangan harian.  Pada saat ulangan tengah dan akhir semester pun siswa tidak dibebankan dengan banyaknya materi yang harus dipelajari, cukup mempelajari beberapa Bab dari Buku TEMATIK.  Dengan segala nilai positif kurikulum ini saya sebagai orang tua bertanya, kenapa kurikulum ini ditarik oleh pemerintah ???  Jawabannya hanya mereka yang tahu.  Saya sebagai orang tua berharap pihak pemerintah bisa mengembalikan kurikulum 2013 ini lagi ke seluruh sekolah.  Aamiin YRA.


#catatan hati seorang ibu#









Tidak ada komentar:

Posting Komentar