KURIKULUM
KTSP VS KURTILAS (KURIKULUM 2013)
Berdasarkan pengalaman pribadi
punya anak dua-duanya sama-sama masih SD cukup membuat saya pusing dengan
penerapan kurikulum pelajaran yang berubah-ubah seiring berubahnya
pemerintahan. Saya pribadi sebagai orang
tua lebih senang dan cocok dengan kurikulum 2013 yang sekarang sudah
ditinggalkan oleh beberapa sekolah. Saya
lebih menyukai kurikulum ini dibandingkan dengan kurikulum KTSP sebelumnya,
yang kemudian dipakai kembali oleh beberapa sekolah yang telah meninggalkan
kurikulum 2013. Dari sisi siswa
kurikulum ini menilai siswa dari minat dan bakat. Kurikulum ini mengajarkan para pengajar untuk
tidak menilai kemampuan siswa hanya dari nilai bagus yang diatas rata-rata
nilai yang telah ditetapkan oleh sekolah masing-masing. Kurikulum ini mengijinkan siswa untuk tetap
naik kelas walaupun ada beberapa mata pelajaran yang nilainya berada dibawah
rata-rata nilai yang telah ditentukan sekolah.
Kenapa bisa demikian ??? Larena kurikulum ini beranggapan bahwa siswa
tidak ada yang bodoh, tetapi tiap siswa memiliki keistimewaan masing-masing dan
tidak bisa disamaratakan. Siswa yang
satu bisa saja dia pandai di pelajaran menghitung tapi kurang dibidang
seni. Dilain hal ada siswa yang pandai
di dipelajaran seni tetapi kurang dipelajaran menghitung. Kurikulum ini menghargai keistimewaan
masing-masing anak, serta mendukung anak untuk lebih menguasai mata pelajaran
yang dia sukai. Selain masalah
penilaian, kurikulum ini juga membuat siswa tidak perlu membawa buku pelajaran
yang banyak seperti kurikulum KTSP, dimana setiap mata pelajaran memiliki satu
buku paket, satu buku lembar kerja siswa dan dua buku tulis. Sudah dapat dibayangkan bila dalam satu hari
ada 3 – 4 mata pelajaran, berapa banyak buku yg harus siswa bawa. Dengan kurikulum 2013 ini semua mata pelajaran
ada didalam satu buku paket yang biasa disebut Buku TEMATIK. Serta setiap siswa setiap harinya hanya perlu
membawa buku paket TEMATIK serta 3 buku tulis, satu buku tulis latihan, buku
tulis pekerjaan rumah dan buku untuk ulangan harian. Pada saat ulangan tengah dan akhir semester
pun siswa tidak dibebankan dengan banyaknya materi yang harus dipelajari, cukup
mempelajari beberapa Bab dari Buku TEMATIK.
Dengan segala nilai positif kurikulum ini saya sebagai orang tua
bertanya, kenapa kurikulum ini ditarik oleh pemerintah ??? Jawabannya hanya mereka yang tahu. Saya sebagai orang tua berharap pihak
pemerintah bisa mengembalikan kurikulum 2013 ini lagi ke seluruh sekolah. Aamiin YRA.
#catatan hati seorang ibu#

Tidak ada komentar:
Posting Komentar