Minggu, 20 Maret 2016

TUGAS 1 : ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI

ARTIKEL TENTANG EKONOMI :

 

Bank Dunia: Ekonomi RI 2016 Tergantung Investasi Swasta

 

Selasa,  15 Maret 2016  −  11:40 WIB

Bank Dunia mengemukakan bahwa kehadiran investasi swasta sangat diperlukan untuk mendongkrak ekonomi Indonesia.

JAKARTA - Dalam laporan Bank Dunia bertajuk Indonesia Economic Quarterly edisi Maret 2016 mengemukakan bahwa kehadiran investasi swasta sangat diperlukan untuk mendongkrak ekonomi Indonesia.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A Chaves mengatakan, belanja pemerintah untuk infrastruktur telah mendorong pertumbuhan bergerak perlahan, diperkirakan mencapai 5,1% untuk 2016.

‎Namun, pertumbuhan pendapatan yang lebih lemah dari yang diperkirakan dan terus menurunnya harga komoditas menimbulkan risiko bagi kelangsungan investasi pemerintah. Karena itu, kehadiran investasi swasta sangat diperlukan untuk perbaikan ekonomi.

"Indonesia masih menikmati angka pertumbuhan yang rata-rata lebih tinggi dari kebanyakan negara pengekspor komoditas lain, akibat melambatnya pertumbuhan global. Tapi pertumbuhan di bawah 6% tidak cukup untuk menampung 3 juta anak muda Indonesia yang memasuki pasar kerja setiap tahunnya," kata dia dalam siaran pers yang diterima Sindonews di Jakarta, Selasa (15/3/2016).

Menurutnya, perbaikan ekonomi yang lebih tangguh butuh investasi swasta yang kuat dan reformasi kebijakan yang komprehensif dan keberlanjutan guna memperbaiki iklim usaha. "Investasi oleh pemerintah pusat bertambah pada 2015 sebesar 42%. Sebaliknya, pertumbuhan investasi sektor swasta tetap di bawah harapan," ujarnya.

Sementara, belanja konsumen bertumbuh namun tidak secepat beberapa tahun lalu, seiring tingginya inflasi harga makanan memangkas belanja. Volume ekspor dan impor terus menurun, dan pendapatan ekspor berkurang 14,4% dari angka 2014. Pendapatan minyak dan gas berkurang 42% tahun per tahun (year on year), pendapatan batu bara berkurang 26,5% dan pendapatan minyak sawit berkurang 19,3%.

Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia Ndiame Diop menambahkan, penurunan harga komoditas yang terus terjadi mengingatkan pentingnya diversifikasi ekonomi menuju sektor manufaktur dan jasa. Khususnya pariwisata, yang dapat menyediakan pekerjaan dengan gaji dan ketrampilan yang lebih tinggi.

Meski demikian, sektor manufaktur juga ikut terkena imbasnya, dengan ekspor menurun di angka 13,4% per tahun, dan pembangunan infrastruktur untuk pariwisata tidak memadai.

"Indonesia punya banyak industri yang dapat meningkatkan laju pertumbuhan, termasuk manufaktur. Tapi sektor-sektor ini menghadapi banyak tantangan regulasi. Pemerintah tengah menjalankan berbagai reformasi dalam enam bulan terakhir ini. Namun, beberapa langkah tambahan mungkin dapat meyakinkan para investor dan memperkuat upaya investasi," tandasnya.


TANGGAPAN MENGENAI ARTIKEL DI ATAS :
Pertumbuhan ekonomi makro di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti Konsumsi rumah tangga (C), Investasi (I), Government / Pemerintah (G) dan Tabungan / Saving (S).  Keempat faktor tersebut saling berhubungan satu sama lain dalam menentukan arah pertumbuhan ekonomi makro di Indonesia.  Berdasarkan artikel di atas dikatakan bahwa pertumbuhan makro Negara Indonesia menurut bank dunia mengalami penurunan yang tidak sesuai dengan rencana pembangunan pemerintah.  Penurunan pertumbuhan ekonomi ditandai dengan penurunan tingkat pendapatan penduduk Indonesia.  Secara nyata di dalam kehidupan sehari-hari penurunan tingkat pendapatan ini ditandai dengan penurunan tingkat konsumsi masyarakat tiap harinya.  Beberapa sektor industri terkena dapak dari penurunan pertumbuhan ekonomi tersebut, salah satunya sektor Manufaktur.  Lemahnya tingkat Investasi di Indonesia diperkirakan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan penurunan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.  Investasi oleh pemerintah yang telah dilaksanakan selama ini tidak dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara signifikan.  Diharapakan Investasi oleh swasta dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.  Pemerintah pun mengupayakan dengan cara memberikan kemudahan untuk sektor swasta apabila ingin menanamkan modalnya di Indonesia.  Kemudahan ini diwujudkan dengan dikeluarkannya Paket Kebijakan Ekonomi yang sudah ada.  Diharapkan dengan kemudahan investasi oleh swasta ini dapat segera meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, agar kesejahteraan masyarakat Indonesia kembali pulih dan tingkat konsumsi masyarakat kembali baik, agar sektor industri pun menjadi terselamatkan dari kebangkrutan.  Aamiin.


Sumber :

Rabu, 16 Maret 2016

TUGAS 2

1.      Mempelajari perekonomian Indonesia menurut saya sangat penting, karena secara umum perekonomian Indonesia mempelajari tentang cara atau tingkah laku manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya agar mencapai kemakmuran.  Menurut saya kita sebagai manusia harus mengetahui sekaligus mempelajari bagaimana cara agar segala kebutuhan kita dapat terpenuhi untuk mencapai kemakmuran atau kesejahteraan dalam hidup kita tersebut.  Dalam memenuhi kebutuhan hidup tersebut kita sebagai manusia tidak dapat berdiri sendiri, melainkan membutuhkan bantuan dari orang lain agar pemenuhan kebutuhan kebutuhan hidup kita tersebut lebih maksimal.  Proses pemenuhan kebutuhan hidup tersebut melibatkan pihak Produsen yang berfungsi memproduksi kebutuhan hidup manusia sebagai Konsumen.  Proses pemenuhan kebutuhan hidup tersebut dapat kita pelajari melalui Perekonomian Indonesia.  Selain itu pula kita selaku warga Negara Indonesia harus memiliki peran yang aktif dalam menentukan arah perkembangan perekonomian Negara Indonesia secara keseluruhan, baik kita sebagai individu maupun kita sebagai anggota dalam suatu organisasi.  Semakin kita berperan aktif dalam perekonomian Indonesia, maka semakin baik pula perkembangan perekonomian suatu Negara.  Jika perekonomian suatu Negara baik, maka proses pemenuhan kebutuhan warga negaranya sudah dipastikan baik dan lancar.

2.      Berikut ini akan dijelaskan bilamana suatu Negara dikatakan maju, sedang berkembang maupun miskin :
a.      Negara Maju
Secara umum, pengertian negara maju adalah suatu negara yang dapat menikmati standar hidup tinggi melalui teknologi tinggi dan ekonomi yang merata.  Biasanya negara yang memiliki Pendapatan Nasional Bruto (PNB) perkapita tinggi dianggap sebagai negara maju.  Berikut ini adalah ciri-ciri negara maju, yaitu :
·           Standar kehidupan yang tinggi 
·           Angka kelahiran dan kematian yang rendah 
·           Angka usia harapan hidup tinggi
·           Persebaran penduduk terpusat di kota, yang berkaitan dengan industri
·           Angka buta huruf yang sangat rendah
·           Kegiatan ekonomi yang bertumpuh pada bidang industri dan jasa
Penyebaran Negara Maju di seluruh dunia sangat banyak, berdasarkan ciri-ciri Negara Maju di atas berikut ini adalah contoh dari Negara Maju yang ada di Benua Asia, yaitu Jepang dan Singapura.

b.     Negara Berkembang
Pengertian negara berkembang secara umum adalah suatu negara yang pendapatan rata-ratanya rendah, infrastruktur relatif terbelakang, dan indeks perkembangan manusia berada dibawah standar normal global.  Berikut ini adalah ciri-ciri negara berkembang, yaitu :
·           Standar kehidupan yang sangat rendah 
·           Tingkat pendapatan yang rendah
·           Produktivitas yang masih rendah 
·           Angka beban ketergantungan tinggi
·           Angka pertumbuhan penduduk tinggi 
·           Besarnya angka pengangguran 
·           Ketergantungan pada sektor pertanian dan ekspor produk primer
·           Tingkat sempurnanya pasar dan ketersediaan informasi 
·           Ketergantungan dan kerapuhan dalam segala aspek hubungan internasional  
·           Kurangnya permodalan dalam pelaksanaan pembangunan 
·           Ketidakseimbangan lapangan kerja dengan tengara kerja sehingga angka pengangguran terus meningkat, banyak penerapan teknologi yang tidak sesuai dengan kondisi setempat, dan adanya blokade perdagangan.
Penyebaran Negara Berkembang di seluruh dunia sangat banyak, berdasarkan ciri-ciri Negara Berkembang di atas berikut ini adalah contoh dari Negara Berkembang selain Indonesia yang ada di Benua Asia, yaitu Brunei Darussalam dan Vietnam.

c.      Negara Miskin (Terbelakang)
Negara miskin atau terbelakang adalah suatu negara yang ditandai oleh kemiskinan,kota yang dipadati oleh pengemis, yang jarang mempunyai industri, persediaan tenaga listrik yang tidak memadai, tidak mempunyai jalan raya dan jalan kereta api yang cukup, pemerintah belum dapat memberikan pelayanan yang memadai, komunikasi buruk, Rumah sakit dan lembaga pendidikan tinggi sangat sedikit, Sebagian besar penduduk buta huruf dan miskin, sistem perbankan jelek, dan ekspornya ke negara lain sama sekali terdiri bahan mentah, hasil tambang, atau buah-buahan dan beberapa bahan makanan.  Secara umum ciri-ciri Negara Miskin (Terbelakang) adalah sebagai berikut :
·           Kemiskinan di Negara tersebut bersifat umum yang ditandai oleh Pendapatan Perkapita yang rendah.
·           Mata pencaharian utama masyarakatnya adalah pertanian.
·           Memiliki system perekonomian yang dualistis.
·           Sumber alam yang tersedia kurang terolah dengan baik.
·           Pengangguran meningkat tajam.
·           Efisiensi tenaga kerja yang rendah, berbagai faktor yang tidak tersedia dan tidak berjalan dengan semestinya.
·           Tiadanyan kemampuan wiraswasta.
·           Kelangkaan alat modal.
·           Keterbelakangan teknologi.
Penyebaran Negara Miskin (Terbelakang) di seluruh dunia sangat banyak, berdasarkan ciri-ciri Negara Miskin (Terbelakang) di atas berikut ini adalah contoh dari Negara Miskin (Terbelakang)  yang ada di Benua Asia, yaitu Republik Kongo dan Zimbabwe.

3.      Berikut ini adalah pengertian dari :
a.      Garis Kemiskinan
Garis Kemiskinan merupakan representasi dari jumlah rupiah minimum yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pokok minimum makanan yang setara dengan 2100 kilokalori per kapita per hari dan kebutuhan pokok bukan makanan.  Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran konsumsi per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan dikategorikan sebagai penduduk miskin.  Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

b.     Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.
Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.

c.      Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional merupakan seluruh pendapatan yang diterima oleh seluruh anggota masyarakat atau seluruh rumah tangga keluarga (RTK) dalam suatu negara dalam kurun waktu tertentu, biasanya dalam waktu satu tahun.  Pendapatan nasional dapat juga diartikan sebagai produksi nasional, yang berarti nilai hasil produksi yang dihasilkan oleh seluruh anggota masyarakat suatu negara dalam waktu tertentu, biasanya satu tahun.
  


Sumber :

         http://www.softilmu.com/2015/11/pengertian-konsep-manfaat-pehitungan-pendapatan-nasional-adalah.html