Selasa, 26 April 2016

TUGAS 5

TUGAS 5

1.      Neraca pembayaran internasional (Balance of Payment) merupakan catatan yang tersusun secara sistematis mengenai seluruh transaksi ekonomi internasional yang dilakukan penduduk suatu negara itu dengan penduduk negara lain dalam jangka waktu tertentu, biasanya 1 tahun.  Pengertian penduduk di dalam suatu neraca pembayaran internasional meliputi orang perorangan, badan hukum, dan pemerintah.  Transaksi ekonomi internasional yang dicatat dalam neraca pembayaran internasional dapat digolongkan menjadi dua yaitu transaksi debit dan kredit.  Transaksi debit adalah transaksi yang menimbulkan kewajiban bagi penduduk suatu negara untuk melakukan pembayaran kepada penduduk negara lain, sedangkan transaksi kredit adalah transaksi yang menimbulkan hak bagi penduduk suatu negara untuk menerima pembayaran dari penduduk negara lain.

2. Berikut ini adalah tujuan dan fungsi neraca pembayaran internasional :
v Tujuan Neraca Pembayaran Internasional
a. Memberikan informasi kepada pemerintah mengenai posisi Negara di perdagangan internasional.
b.  Memberikan bantuan dan sistem pembayarannya.
c. Memberikan bantuan kepada pemerintah dalam menetapkan kebijakan moneter dan fiscal.
d. Memberikan keterangan kepada pemerintah di dalam menetapkan berbagai kewajiban perekonomian nasional seperti ekspor impor, lalu lintas moneter serta produksi.
e. Membantu pemerintah dalam mengambil keputusan dalam bidang politik perdagangan dan urusan pembayarannya.

v Fungsi Neraca Pembayaran Internasional
a. Sebagai alat pembukuan agar pemerintah dapat mengambil keputusan yang tepat, mengenai jumlah barang dan jasa yang sebaiknya keluar atau masuk dalam batas wilayah suatu negara serta mendapatkan keterangan-keterangan mengenai anggaran alat-alat pembayaran luar negerinya.
b. Sebagai alat untuk mengukur kondisi ekonomi yang terkait dengan perdagangan internasional dari suatu negara.  Sebagai alat untuk melihat gambaran pengaruh transaksi luar negeri terhadap pendapatan nasional negara yang bersangkutan.
c.  Sebagai alat untuk memperoleh informasi rinci terkait dengan perdagangan luar negeri.
d.Sebagai alat untuk membandingkan pos-pos dalam neraca pembayaran negara tersebut dengan negara tertentu.
e. Sebagai alat kebijakan moneter yang akan dilaksanakan oleh suatu negara.

3. Jika terjadi hubungan antara dua negara yang tidak seimbang, dimana satu negara selalu mengalami surplus neraca perdagangan, sedangkan negara yang satunya selalu mengalami defisit transaksi perdagangan.  Menurut saya jika terjadi hubungan seperti itu maka negara yang selalu mengalami surplus neraca perdagangan dimana aktivitas ekspornya lebih besar daripada impor, akan memiliki dana lebih berupa cadangan devisa yang dapat digunakan untuk aktivitas pendanaan bagi pembangunan negaranya, bisa juga digunakan untuk kegiatan investasi dengan memberikan kredit kepada negara yang membutuhkan dana.  Negara yang membutuhkan dana tersebut biasanya mengalami defisit neraca perdagangan dimana aktivitas impornya lebih besar daripada ekspornya.  Jika negara yang mengalami defisit neraca perdagangan tetap memiliki kemampuan dalam membayar hutangnya kepada negara yang mengalami surplus neraca perdagangan, maka hubungan kedua negara akan sangat baik.  Tetapi jika negara yang mengalami defisit neraca perdagangan tidak dapat membayar hutangnya maka negara yang mengalami surplus neraca perdagangan akan menderita kerugian karena dana yang keluar tidak dapat kembali lagi.  Jika kejadian ini berlanjut dalam periode yang lama maka tidak menutup kemungkinan negara yang tadinya mengalami surplus neraca perdagangan berubah menjadi negara yang mengalami defisit neraca perdagangan.  Hal ini terjadi seperti di negara Yunani, dimana negara tersebut mengalami defisit neraca perdagangan yang mengakibatkan hutang menumpuk diberbagai negara yang mengalami surplus neraca perdagangan.  Hal tersebut membuat negara Yunani tidak mampu membayar semua hutangnya dan mengakibatkan perguncangan ekonomi secara menyeluruh di negara tersebut.



Sumber :
Diakses pada 26 April 2016 pukul 21.43 WIB


Diakses pada 26 April 2016 pukul 22.05 WIB

Sabtu, 09 April 2016

TUGAS 4

TUGAS 4

1.  Dalam standar pengertian yang sudah ditentukan secara internasional, yang dimaksud dengan pengangguran adalah seseorang yang sudah digolongkan dalam angkatan kerja, yang secara aktif sedang mencari pekerjaan pada suatu tingkat upah tertentu, tetapi tidak dapat memperoleh pekerjaan yang diinginkannya.

2.  Berikut ini akan dijelaskan mengenai kelompok pengangguran menurut Sukirno (1994)
A.  Jenis Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya
1.)    Pengangguran normal/friksional
Para penganggur ini tidak ada pekerjaan bukan karena tidak dapat memperoleh kerja, tetapi karena sedang mencari kerja lain yang lebih baik.  Dalam perekonomian yang berkembang pesat, pengangguran adalah rendah dan pekerjaan mudah diperoleh.  Sebaliknya pengusaha susah memperoleh pekerja.  Maka pengusaha menawarkan gaji yang lebih tinggi.  Ini akan mendorong para pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya yang lama dan mencari pekerjaan baru yang lebih tinggi gajinya atau lebih sesuai dengan keahliannya.  Dalam proses mencari kerja baru ini untuk sementara para pekerja tersebut tergolong sebagai penganggur.  Para penganggur inilah yang digolongkan sebagai pengangguran normal/friksional.
Contoh :
Seorang sarjana lulusan teknik mesin yang baru saja diterima bekerja di bank dengan gaji standar.  Setelah dijalani beberapa lama pekerja ini tetap mencari pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya di bidang teknik mesin dengan harapan akan mendapatkan gaji yang lebih tinggi dari yang diterimanya sekarang.
2.)    Pengangguran siklikal
Perekonomian tidak selalu berkembang dengan baik.  Adakalanya permintaan agregat menurun drastis.  Penurunan kondisi ini menimbulkan efek kepada perusahaan-perusahaan lain yang berhubungan, yang juga akan mengalami kemerosotan dalam permintaan terhadap hasil produksinya.  Kemerosotan permintaan agregat ini mengakibatkan perusahaan-perusahaan mengurai pekerja atau menutup perusahaannya, maka pengangguran akan bertambah.  Pengangguran yang wujud tersebut dinamakan pengangguran siklikal.
Contoh :
Perusahaan mobil merek Ford yang baru-baru ini terdengar beritanya menutup perusahaannya yang ada di Indonesia, dikarenakan lesunya perekonomian di Indonesia.  Penutupan perusahaan ini akan mengakibatkan seluruh pegawainya kehilangan pekerjaan dan menjadi pengangguran.
3.)    Pengangguran struktural
Tidak semua industri dan perusahaan dalam perekonomian akan terus berkembang maju, sebagiannya akan mengalami kemunduran.  Kemerosotan itu akan menyebabkan kegiatan produksi dalam industri tersebut menurun, dan sebagian pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi penganggur.  Pengangguran tersebut dapat digolongkan sebagai pengangguran structural, karena disebabkan oleh perubahan struktur kegiatan ekonomi.
Contoh :
Perusahaan Panasonic yang telah memutuskan hubungan kerja ribuan karyawannya dikarenakan perubahan struktur ekonomi perusahaan secara keseluruhan.
4.)    Pengangguran teknologi
Pengangguran dapat pula ditimbulkan oleh adanya penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia.  Selain itu pula mesin telah mengurangi kebutuhan tenaga kerja untuk membuat lubang, memotong rumput, membersihkan kawasan, dan memungut hasil.  Sedangkan di pabrik-pabrik, adakalanya robot telah menggantikan kerja-kerja manusia.  Pengangguran yang ditimbulkan oleh penggunaan mesin dan kemajuan teknologi lainnya dinamakan pengangguran teknologi.
Contoh :
Sekarang ini di pusat perbelanjaan di kota-kota besar petugas parkir tidak perlu lagi mencatat manual identitas kendaraan yang akan memasuki pusat perbelanjaan tersebut.  Tugasnya tersebut telah digantikan oleh mesin yang memiliki sensor yang nantinya akan mencetak sendiri identitas kendaraan yang akan masuk secara akurat.  Dengan adanya mesin tersebut tenaga pekerja parkir akan dibutuhkan lebih sedikit dari sebelum adanya mesin tadi.

B.  Jenis Pengangguran Berdasarkan Cirinya
1.)    Pengangguran terbuka
Pengangguran ini tercipta sebagai akibat pertambahan lowongan pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan tenaga kerja.  Sebagai akibatnya dalam perekonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh pekerjaan.  Jadi mereka menganggur secara nyata dan sepenuh waktu, dan oleh karenanya dinamakan pengangguran terbuka.
Contoh :
Lulusan sarjana tiap tahunnya meningkat, tetapi peningkatannya tidak sebanding dengan peningkatan jumlah lapangan pekerjaan.  Oleh karena itu banyak pengangguran terbuka yang tercipta karena kondisi tersebut.
2.)    Pengangguran tersembunyi
Pengangguran ini terutama wujud di sektor pertanian atau jasa.  Di banyak negara berkembang seringkali di dapati bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan supaya ia dapat menjalankan kegiatannya dengan efisien.  Kelebihan tenaga kerja yang digunakan digolongkan dalam pengangguran tersembunyi.
Contoh :
Pelayan restoran yang lebih banyak dari yang diperlukan sehingga bila tamu restoran sedikit maka beberapa karyawannya tidak melakukan apa-apa.
3.)    Pengangguran bermusim
Pengangguran ini terutama terdapat di sector pertanian dan perikanan.  Pada musim hujan penyadap karet tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan terpaksa menganggur.  Apabila dalam masa tersebut para penyadap karet tidak melakukan pekerjaan lain maka mereka terpaksa menganggur.  Pengangguran seperti ini digolongkan sebagai pengangguran bermusim.
Contoh :
Nelayan pada musim hujan tidak dapat melaut karena ombak besar sehingga kemungkinan ikan yang akan didapatkan sedikit jumlahnya.  Selama menunggu musim hujan selesai nelayan terpaksa menganggur.
4.)    Setengah menganggur
Di negara-negara berkembang, migrasi para pencari kerja dari desa ke kota jumlahnya sangat banyak.  Tetapi tidak semuanya dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah.  Mereka mungkin hanya bekerja satu hingga dua hari seminggu, atau satu hingga empat jam sehari.  Pekerja-pekerja yang mempunyai masa kerja seperti disebutkan tadi digolongkan sebagai setengah menganggur.
Contoh : setelah lebaran biasanya banyak pemudik yang membawa keluarganya ke kota untuk mencari pekerjaan.  Beberapa dari mereka memilih bekerja paruh waktu hanya untuk sekedar dari pada tidak bekerja.  Walau hanya bekerja sebentar dan mendapatkan gaji yang sangat jauh dari upah minimum.


Sumber : 
Sukirno, Sudono. 2004. Makroekonomi (Teori Pengantar) : Edisi Ketiga. Jakarta. Raja Grafindo Persada.

Jumat, 08 April 2016

TUGAS 3


TUGAS 3

1. Yang dimaksud dengan Pertumbuhan Ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi. Pertumbuhan Ekonomi digunakan untuk menggambarkan bahwa sesuatu perekonomian telah mengalami perkembangan ekonomi dan mencapai taraf kemakmuran yang lebih tinggi. 

2. Menurut pendapat saya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dari suatu Negara dapat menggambarkan taraf kemakmuran suatu negara. Hal ini didukung oleh pengertian di atas, pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat menggambarkan taraf kemakmuran yang lebih tinggi. Menurut kamus bahasa, Kemakmuran memiliki arti semua harta milik dan kekayaan potensi yang dimiliki negara untuk keperluan seluruh rakyat; keadaan kehidupan negara yang rakyatnya mendapat kebahagiaan jasmani dan rohani akibat terpenuhi kebutuhannya. Berdasarkan pengertian tersebut kemakmuran suatu negara ditandai dengan kemakmuran seluruh rakyatnya. Pada kenyataannya, Negara dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, belum tentu kemakmuran seluruh rakyatnya merata. Tetapi hal tersebut menjadi tantangan bagi suatu negara dalam usaha memakmurkan seluruh rakyatnya yang nanti akan mendukung pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

3. Menurut pendapat saya dalam keadaan pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak menjamin kesejahteraan masyarakatnya. Menurut Undang-undang No 11 Tahun 2009 tentang Kesejateraan Sosial, Kesejahteraan Sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri, sehingga dapat melaksanakan fungsi sosialnya. Pada kenyataannya kondisi terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan tersebut pada masing-masing warga Negara tidak merata. Masih ada warga Negara yang tidak terpenuhi kebutuhan material, spiritual bahkan kebutuhan sosialnya. Negara disini berperan sebagai organisasi yang akan membantu memfasilitasi seluruh warga negaranya agar bisa meningkatkan taraf kesejahteraannya. Dengan cara menyediakan lapangan pekerjaan bagi warga negaranya agar memiliki pendapatan yang layak, menyediakan ruang gerak bagi warga negaranya untuk beribadah agar terpenuhi kebutuhan spiritualnya, serta memberikan kesempatan bagi warga negaranya untuk memberikan pendapatnya bahkan kontribusi positif dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi negaranya guna memenuhi kebutuhan sosialnya. Jika ketiga indikator kesejahteraan sosial tersebut terpenuhi dan di dukung oleh negara, maka warga negara akan merasa sejahtera dan puas.



Sumber : (Jumat, 8 April 2016 pukul 20.00 WIB)