TUGAS
4
1. Dalam
standar pengertian yang sudah ditentukan secara internasional, yang dimaksud
dengan pengangguran adalah seseorang yang sudah digolongkan dalam angkatan
kerja, yang secara aktif sedang mencari pekerjaan pada suatu tingkat upah
tertentu, tetapi tidak dapat memperoleh pekerjaan yang diinginkannya.
2. Berikut
ini akan dijelaskan mengenai kelompok pengangguran menurut Sukirno (1994)
A. Jenis
Pengangguran Berdasarkan Penyebabnya
1.)
Pengangguran
normal/friksional
Para penganggur ini tidak ada pekerjaan bukan
karena tidak dapat memperoleh kerja, tetapi karena sedang mencari kerja lain
yang lebih baik. Dalam perekonomian yang
berkembang pesat, pengangguran adalah rendah dan pekerjaan mudah diperoleh. Sebaliknya pengusaha susah memperoleh
pekerja. Maka pengusaha menawarkan gaji
yang lebih tinggi. Ini akan mendorong
para pekerja untuk meninggalkan pekerjaannya yang lama dan mencari pekerjaan
baru yang lebih tinggi gajinya atau lebih sesuai dengan keahliannya. Dalam proses mencari kerja baru ini untuk sementara
para pekerja tersebut tergolong sebagai penganggur. Para penganggur inilah yang digolongkan
sebagai pengangguran normal/friksional.
Contoh :
Seorang sarjana lulusan teknik mesin
yang baru saja diterima bekerja di bank dengan gaji standar. Setelah dijalani beberapa lama pekerja ini
tetap mencari pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya di bidang teknik mesin
dengan harapan akan mendapatkan gaji yang lebih tinggi dari yang diterimanya
sekarang.
2.)
Pengangguran
siklikal
Perekonomian tidak selalu berkembang
dengan baik. Adakalanya permintaan
agregat menurun drastis. Penurunan
kondisi ini menimbulkan efek kepada perusahaan-perusahaan lain yang
berhubungan, yang juga akan mengalami kemerosotan dalam permintaan terhadap
hasil produksinya. Kemerosotan permintaan
agregat ini mengakibatkan perusahaan-perusahaan mengurai pekerja atau menutup
perusahaannya, maka pengangguran akan bertambah. Pengangguran yang wujud tersebut dinamakan
pengangguran siklikal.
Contoh :
Perusahaan mobil merek Ford yang
baru-baru ini terdengar beritanya menutup perusahaannya yang ada di Indonesia,
dikarenakan lesunya perekonomian di Indonesia.
Penutupan perusahaan ini akan mengakibatkan seluruh pegawainya
kehilangan pekerjaan dan menjadi pengangguran.
3.)
Pengangguran
struktural
Tidak semua industri dan perusahaan
dalam perekonomian akan terus berkembang maju, sebagiannya akan mengalami
kemunduran. Kemerosotan itu akan
menyebabkan kegiatan produksi dalam industri tersebut menurun, dan sebagian
pekerja terpaksa diberhentikan dan menjadi penganggur. Pengangguran tersebut dapat digolongkan
sebagai pengangguran structural, karena disebabkan oleh perubahan struktur
kegiatan ekonomi.
Contoh :
Perusahaan Panasonic yang telah
memutuskan hubungan kerja ribuan karyawannya dikarenakan perubahan struktur
ekonomi perusahaan secara keseluruhan.
4.)
Pengangguran
teknologi
Pengangguran dapat pula ditimbulkan oleh
adanya penggantian tenaga manusia oleh mesin-mesin dan bahan kimia. Selain itu pula mesin telah mengurangi
kebutuhan tenaga kerja untuk membuat lubang, memotong rumput, membersihkan
kawasan, dan memungut hasil. Sedangkan
di pabrik-pabrik, adakalanya robot telah menggantikan kerja-kerja manusia. Pengangguran yang ditimbulkan oleh penggunaan
mesin dan kemajuan teknologi lainnya dinamakan pengangguran teknologi.
Contoh :
Sekarang ini di pusat perbelanjaan di
kota-kota besar petugas parkir tidak perlu lagi mencatat manual identitas
kendaraan yang akan memasuki pusat perbelanjaan tersebut. Tugasnya tersebut telah digantikan oleh mesin
yang memiliki sensor yang nantinya akan mencetak sendiri identitas kendaraan
yang akan masuk secara akurat. Dengan
adanya mesin tersebut tenaga pekerja parkir akan dibutuhkan lebih sedikit dari
sebelum adanya mesin tadi.
B. Jenis
Pengangguran Berdasarkan Cirinya
1.)
Pengangguran
terbuka
Pengangguran ini tercipta sebagai akibat
pertambahan lowongan pekerjaan yang lebih rendah dari pertambahan tenaga
kerja. Sebagai akibatnya dalam
perekonomian semakin banyak jumlah tenaga kerja yang tidak dapat memperoleh
pekerjaan. Jadi mereka menganggur secara
nyata dan sepenuh waktu, dan oleh karenanya dinamakan pengangguran terbuka.
Contoh :
Lulusan sarjana tiap tahunnya meningkat,
tetapi peningkatannya tidak sebanding dengan peningkatan jumlah lapangan
pekerjaan. Oleh karena itu banyak
pengangguran terbuka yang tercipta karena kondisi tersebut.
2.)
Pengangguran
tersembunyi
Pengangguran ini terutama wujud di sektor
pertanian atau jasa. Di banyak negara
berkembang seringkali di dapati bahwa jumlah pekerja dalam suatu kegiatan
ekonomi adalah lebih banyak dari yang sebenarnya diperlukan supaya ia dapat
menjalankan kegiatannya dengan efisien. Kelebihan
tenaga kerja yang digunakan digolongkan dalam pengangguran tersembunyi.
Contoh :
Pelayan restoran yang lebih banyak dari
yang diperlukan sehingga bila tamu restoran sedikit maka beberapa karyawannya
tidak melakukan apa-apa.
3.)
Pengangguran
bermusim
Pengangguran ini terutama terdapat di sector
pertanian dan perikanan. Pada musim
hujan penyadap karet tidak dapat melakukan pekerjaan mereka dan terpaksa
menganggur. Apabila dalam masa tersebut
para penyadap karet tidak melakukan pekerjaan lain maka mereka terpaksa menganggur. Pengangguran seperti ini digolongkan sebagai
pengangguran bermusim.
Contoh :
Nelayan pada musim hujan tidak dapat
melaut karena ombak besar sehingga kemungkinan ikan yang akan didapatkan sedikit
jumlahnya. Selama menunggu musim hujan
selesai nelayan terpaksa menganggur.
4.)
Setengah
menganggur
Di negara-negara berkembang, migrasi para
pencari kerja dari desa ke kota jumlahnya sangat banyak. Tetapi tidak semuanya dapat memperoleh
pekerjaan dengan mudah. Mereka mungkin
hanya bekerja satu hingga dua hari seminggu, atau satu hingga empat jam
sehari. Pekerja-pekerja yang mempunyai
masa kerja seperti disebutkan tadi digolongkan sebagai setengah menganggur.
Contoh :
setelah lebaran biasanya banyak pemudik yang membawa keluarganya ke kota untuk
mencari pekerjaan. Beberapa dari mereka
memilih bekerja paruh waktu hanya untuk sekedar dari pada tidak bekerja. Walau hanya bekerja sebentar dan mendapatkan
gaji yang sangat jauh dari upah minimum.
Sumber :
Sukirno, Sudono.
2004. Makroekonomi (Teori Pengantar) : Edisi Ketiga. Jakarta. Raja Grafindo
Persada.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar