Senin, 02 November 2015

TUGAS 1 : 4 Pelaku Bisnis & 5 Masalah Bisnis di Indonesia



1.   Empat pelaku bisnis yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut :
a.      Rumah Tangga
Rumah tangga merupakan pelaku ekonomi terkecil. Meskipun begitu, rumah tangga merupakan pelaku ekonomi terpenting karena semua kegiatan ekonomi berawal dari sana. Kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi pasti melibatkan salah satu atau beberapa anggota keluarga.
b.     Perusahaan
Perusahaan adalah organisasi yang dikembangkan oleh seseorang atau sekumpulan orang dengan tujuan untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Kegiatan ekonomi yang dilakukan rumah tangga perusahaan meliputi kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi. Kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan adalah kegiatan produksi (menghasilkan barang). Hal ini juga sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan adalah pelaku ekonomi yang berperan sebagai produsen.
c.      Koperasi
Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan perseorangan atau badan hukum koperasi yang dijalankan berdasarkan  prinsip gerakan ekonomi rakyat dan berlandaskan asas kekeluargaan. Sebagai pelaku ekonomi, koperasi berperan sebagaikonsumen, produsen, dan distributor yang mengutamakan kepentingan anggotanya secara khusus dan masyarakat secara umum.  Segala sumber daya yang dimiliki koperasi berasal dari anggota dan digunakan seluas-luasnya untuk kepentingan anggota. Sumber daya alam yang dimiliki koperasi dikelola oleh anggota koperasi untuk kesejahteraan anggota. Permodalan koperasi utamanya berasal dari anggota yang disetor dalam bentuk simpanan pokok dan simpanan wajib. Koperasi dapat juga mendapat tambahan modal dari hibah. Manajemen koperasi dikelola oleh pengurus koperasi yang dipilih dari anggota koperasi.
d.     Masyarakat
Masyarakat sebagai pelaku ekonomi maksudnya adalah masyarakat luar negeri. Masyarakat luar negeri juga termasuk pelaku ekonomi yang penting bagi perekonomian karena berhubungan dengan transaksi luar negeri. Transaksi luar negeri tidak hanya berupa transaksi perdagangan namun juga berhubungan dengan penanaman modal asing, tukar menukar tenaga kerja, serta pemberian pinjaman. Oleh karena itu, melakukan kerja sama dengan masyarakat luar negeri sangat diperlukan karena pada dasarnya sebuah negara tidak bisa berdiri sendiri tanpa berhubungan dengan negara lain.
e.      Negara/pemerintah
Menurut Mr. Soenarko (dalam Ekonomi 2; 2006:29), “Negara adalah organisasi masyarakat yang mempunyai daerah tertentu dan mempunyai kekuasaan tertinggi yang dapat memaksakan kehendaknya kepada warganya”. Negara merupakan kumpulan masyarakat yang mempunyai kekuasaan tertinggi. Kekuasaan inilah yang membedakan negara dengan pelaku-pelaku ekonomi lain. Selain sebagai pelaku ekonomi, negara juga berperan sebagai pengatur perekonomian.




2.   Lima masalah bisnis yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut :
a.      Belum Terwujudnya SDM Unggul
SDM unggul menjadi mutlak diperlukan apapun bidang maupun sektor yang akan kita perkuat. Dan untuk dapat bersaing, Indonesia perlu unggul dalam SDM.  Petani unggul, wirausahawan unggul, dokter unggul, pedagang unggul dan berbagai profesi lainnya yang mestinya unggul, lebih dari sekedar mampu. Untuk itu, Indonesia harusnya sudah fokus terhadap peningkatan kualitas SDM unggul  agar mampu melewati segala tantangan sebelum dan sesudah AFTA 2015. SDM dipercaya satu-satunya aset Negara yang paling berharga yang harusnya dijaga dan ditingkatkan untuk dapat memenangkan persaingan. Semakin tinggi kualitas SDM maka semakin kokoh jugalah pertahanan bangsa ini. Sebaliknya semakin rendah kualitas SDM-nya maka semakin mudah bangsa lain menguasai Negara ini. SDM unggul bisa tercapai jika sistem pendidikan di Indonesia juga baik. Pola pikir masyarakat yang belum berorientasi pada kualitas dan kurang fokus terhadap kemandirian harus segera diubah. Karena AFTA 2015 adalah murni persaingan, jika masih lemah dan bergantung pada orang lain tentu akan sulit menjadi pemenang.
b.     Hilangnya Ekonomi Pro Rakyat
Negara terdiri dari sekumpulan masyarakat  dimana di dalamnya terdapat tugas dan tanggungjawab Negara dalam memelihara dan menyejahterakan warganya. Ekonomi menjadi dasar kekuatan suatu bangsa untuk maju.  Jika perekonomian kuat maka kuatlah Negara itu sebaliknya jika ekonomi lemah maka tinggal menunggu waktu dan hancurlah Negara itu. Indonesia beberapa tahun ini memang mengalami pertumbuhan perekonomian yang positif. Bahkan ketika krisis baru-baru ini terjadi, Indonesia termasuk dari salah satu Negara yang sukses melewatinya karena kuatnya perekenomiannya. Dimana ketika itu, UKM (Usaha Kecil Menengah) tumbuh dengan sangat baik, banyak wirausaha bermunculan dengan kemampuan bisnis yang patut diacungi jempol. Hal tersebut tentu saja dikarenakan kemudahan wirausahawan/i dalam memperoleh akses modal usaha serta adanya keringanan dalam pinjaman usaha. Ekonomi Pro Rakyat tersebut harus dipertahankan bahkan jika memungkinkan seharusnya lebih ditingkatkan. Selain dinilai dapat menyejahterakan rakyat juga terbukti mampu menyelamatkan ekonomi Indonesia meski perekonomian dunia dalam keadaan tidak stabil. Indonesia harus mampu menyelamatkan UKM  dan rakyat kecil ketika bangsa lain masuk, karena UKM dan rakyat kecil tanpa dukungan pemerintah akan sangat sulit bertahan, baik itu dukungan dalam bentuk modal, kelembagaan, logistik, infrastruktur maupun regulasi serta kebijakan yang pro terhadap rakyat.
c.      Semakin Tergerusnya Nilai Sosial
Indonesia dikenal dengan Negara yang kaya, terutama karena ke-Bhinneka Tunggal Ika-an yang disanjung-sanjung. Masuknya kebiasaan lain dari Negara yang berbeda tentu akan mempengaruhi sedikit banyak perilaku masyarakat. Jika nilai sosial yang ada sebelumnya tidak dipertahankan bukan tidak mungkin kita kehilangan identitas bangsa. Interaksi sosial antara masyarakat yang semakin minim akibat kemajuan teknologi. Semakin tingginya rasa tidak saling percaya antar sesama warga akibat kurangnya rasa saling memiliki satu sama lain. Semakin mudahnya bangsa ini terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas fakta dan datanya. Bangsa ini memang besar tapi jika tidak bersatu dan saling curiga, habislah sudah peradaban yang sudah dibangun sejak lama ini. Dulu kita sangat hormat pada orang yang lebih tua dari kita, dan sekarang setelah budaya lain masuk dan bercampur dengan kebiasaan-kebiasaan kita, bukannya bisa mempertahankan nilai sosial yang terdahulu malah kita yang terbawa budaya bangsa lain. Lagi-lagi identitas bangsa semakin dipertanyakan.
d.     Kearifan Lokal yang Semakin Terlupakan
Indonesia patut bangga karena memiliki ratusan suku yang di dalamnya tersimpan ribuan kearifan lokal. Itu harta kita, yang tidak bisa dijual dan tidak dapat ditiru oleh bangsa lain. Ketika semua bangsa sibuk mencari solusi permasalahan lingkungan, kita punya suku Dayak, suku Anak Dalam, suku Baduy dan suku-suku lainnya yang setia menjalankan kearifan lokal yang ada guna menjaga hutan dan sumber daya alam yang ada dengan sangat bijak. Meniru bangsa lain bukanlah solusi untuk menjadi bangsa yang besar, sebaliknya menjaga kearifan lokal dan menerapkannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara justru pertanda bahwa kita adalah bangsa yang besar. Jika tidak mempertahankan kearifan lokal yang ada, bukan tidak mungkin bangsa lain yang akan mengambil alihnya dan menjadikan bangsa kita hanya sebagai penonton kemenangan bangsa lain karena sangat dinilai tidak mengenali bangsanya sendiri.
e.      Politik yang Tidak Stabil
Politik adalah salah satu faktor yang dinilai dapat mempengaruhi perekonomian suatu bangsa. Bangsa yang maju dapat dilihat dari majunya politik yang dijalankan di negaranya. Sebaliknya, semakin buruk dunia politik suatu Negara maka akan semakin tidak dipercaya oleh bangsa lain. Untuk berbisnis, kepercayaan adalah yang utama. Bisnis dibangun atas kerjasama dan hitam di atas putih. Bayangkan jika suatu Negara tidak mampu memberikan  lingkungan usaha yang tidak kondusif jelas investor juga tidak sungkan-sungkan menarik segala asset dan investasi yang telah ditanam di Indonesia. Beberapa kali, buruh di Indonesia dinilai menjadi permasalahan buruknya kinerja perusahaan. Kondisi politik menjadi salah satu pemicu terjadinya demonstrasi buruh besar-besaran. Karena setiap ada pergantian pemimpin, setiap itu pulalah kondisi politik tidak stabil. Momen itu dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab untuk menggoyahkan pemerintahan yang ada yakni dengan menentang semua perjanjian yang sudah disepakati sebelumnya antara pemerintah dengan investor sehingga mengakibatkan semakin hilangnya kepercayaan bangsa lain untuk mengikat hubungan bisnis dengan Indonesia. Politik yang stabil mutlak diperlukan, apalagi nanti ketika AFTA 2015 dimulai bahkan setelahnya. Jika Indonesia tidak mampu mengendalikan politik yang aman dan damai, maka justru kerugian yang diperoleh dari adanya AFTA 2015 tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar